3/03/2014

Kisah Dibalik Angka 03032014

Bangun pagi di hari ini terasa berbeda, ada sukacita dan damai sejahtera di hati. Pujian syukurpun lalu mengalun baik dari hati maupun mulutku seharian ini. Terima Kasih Bapa. :) Aku merasa beban yang aku pikul selama ini akhirnya bisa aku lepaskan, jadi terasa ringan sekali.

Semua ini berawal dari kejadian pada tanggal yang sama di tahun lalu (03*03*2013). Hari kelahiran orang special di hatiku saat itu. Ada sepenggal kisah yang diceritakan yang membuat janji kecil dalam hatiku pun terucap. Tak seorangpun tahu tentang janji ini sebelumnya, selain aku dan Bapa di surga. Janji itu adalah tahun depan (03*03*2014) aku akan berusaha menjadi orang pertama yang memberimu kejutan di hari jadimu. 


Waktupun berlalu setelahnya, ada banyak kejadian terjadi, bukan saja canda-tawa bahkan perbedaan pilihanpun terjadi. Perbedan pilihan ini yang mengharuskan kita terpisah dan jalan masing-masing. Sempat kecewa dengan pilihanmu, sikap dan semua lakumu. 

Menjalani hari-hari yang dibayangi asumsi karena tiada jawab darimu itu derita yang cukup menyiksa. Saat menjalaninya aku hanya berusaha melakukan hal yang benar dan tetap menghormati setiap pilihanmu serta percaya Bapa di surga masih memegang kendali atas hidupku. Selalu berupaya tahu diri dan tahu statusku sementara janji yang telah terucap harus tetap dipenuhi apapun kondisinya. Janji tetaplah janji hanya bisa ditepati atau diingkari.

Hingga akhir bulan Februari lalu aku sempat berencana memberi kejutan kue Ultah, bahkan sudah juga menghubungi salah satu toko kue di kotamu yang memberikan layanan delivery order. Namun pertimbangannya kemana kue itu akan dikirimkan? bisa saja meminta toko kue menghubungimu agar mengambilnya sendiri. Bagus kalo kamu ada di kotamu jika tidak bagaimana? Sempat juga ingin mengirimkan hadiah Ultah namun terkendala dengan alamatmu yang terlalu banyak bahkan paketku yang pertama, hingga kini tidak jelas kabarnya, apakah kamu terima atau tidak???

Banyak pertimbangan dikepalaku, termasuk juga tak ingin menjadi pengganggu antara kamu dan perempuan lain yang mungkin saja ada di sisimu saat ini, juga tidak berharap sesuatu yang lebih, setelah mengetahui motivasimu terhadapku (asumsiku), ini hanya sebatas pemenuhan janjiku saja dan juga rasa peduliku padamu yang sudah tidak pantas lagi.

Tibalah kini tanggal 2 Maret 2014 pukul 23.00 wita pergumulan pun dimulai. Saat ini yang masih mungkin dilakukan adalah mengirimkan pesan singkat berisi ucapan selamat. Mencari-cari nomormu lalu mengaktifkan whatsapp, membuat draft pesan yang hendak dikirim tepat pukul 24.00 wita, namun karena satu dan lain hal pesan itupun berhasil terkirim di pukul 24.07 wita. 

Lebih 7 menit dari rencana semoga bisa tetap menjadi yang pertama (harapanku). Tak berani mengkonfirmasikannya hanya mampu berucap: "Bapa aku sudah berusaha melakukan terbaik yang aku bisa, selebihnya aku serahkan ke dalam tanganMu". Pukul 24.07 wita sebuah balasanpun aku terima, senang menerima respon darimu, tadinya kupikir tidak akan ada balasan apapun, sebab mungkin kini aku sudah menjadi yang terlupakan (resiko).

Semoga kedepannya tidak terjadi kesalahpahaman lagi, sebisaku aku sudah melakukan upaya tahu diri, ketahuilah itu. Sesungguhnya tak mudah bagiku mengirimkan pesan itu, setelah semua yang sudah terjadi diantara aku dan kamu. Semua ini tidak lebih karena kasih Bapa yang begitu besar dan tanggungjawabku atas janji yang telah aku ucapkan meski mungkin kamu tidak mengetahuinya namun Bapa mengetahuinya.

Sekali lagi Happy B'day... wish you all the best, good health and God bless you. :)
#DearKamu take care yach...
Entahlah mungkin ini akan menjadi ucapan terakhir dariku, meski aku berharap sebaliknya.

0 comments:

Post a Comment